Aku tahu aku salah.. bahkan aku memang egois dengan tetap menyukaimu ketika kamu sudah memiliki pilihan hatimu sendiri dan merusak persahabatan kita. Salahkan perasaanku yang selalu memihakmu yang bahkan terkadang dan memperdulikan apa itu sakit dan apa itu membuatku bahagia. Salahkan perasaanku yang terlalu lemah ini.
Saat temanku bilang kalau kamu sudah memiliki pacar seketika aku langsung down dan bahkan tak habis pikir ketika pacarmu itu temanku sendiri. Tahun 2014 lalu dokter mengatakan kalau aku memiliki kelainan jantung yang bisa menyebabkan penyakit stroke kapan saja. Bahkan saat itu aku belum genap berusia 17 tahun tetapi dokter sudah mengatakan hal seperti itu. Dokter mengatakan aku tidak boleh terlalu banyak memikirkan hal yang tidak terlalu penting, aku paham apa yang dimaksud dokterku itu karena beliau paham betul kondisi psikologisku.
Sejak saat itulah aku sadar bahwa memikirkanmu terlalu berat dan aku harus melepaskanmu untuk orang lain yang kamu pilih. Dan sejak saat itulah aku hanya fokus terhadap Kesehatan dan sekolah. Bukan berarti aku sudah tak menyukaimu, aku lebih memilih mengalah dan tetap menyimpannya. Sampai tiba saatnya nanti aku bertemu seseorang yang mampu menyembuhkan luka-luka lamaku, mampu menerimaku dengan segala kekuranganku dan mampu membuatku melupakanmu.
Terima kasih, tanpa kamu ketahui kamu mengajarkanku apa arti mencintai, menghargai dan mengalah untuk tak menjadi egois.
Terima kasih, karenamu akupun bisa merasakan bagaimana sakit hati dan berjuang mempertahankan.
Kuharap kita bisa menjadi teman dikemudian hari.